Masih Mau Galau??

galaumujpg
Jangan punya jari yang hanya bisa menyeka keringat dan air mata sendiri..
Jari kita ada 10, dalam hitungan menit ada 20 dahi dan pipi yg bisa dikeringkannya.
Maka jangan bangga dengan galau mu,,sembari berkata: “friends..gua lagi galau neh..huftt”
Karena ketika galau, 10 jari kita numpuk semua di atas kepala :p (sambil geleng2)

#galau itu tak produktif, right?

 

(Selamat kembali ke rumah masing-masing dan beristirahat friends,,and tetaplah tersnyum) ^_^

*Markaz Juanda, 12 Juli 2012–19.03–heran saja, saat yg lain latah bilang “galau”

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/masih-mau-galau/10151013784199437

Iklan

Jangan Hanya Bisa Empat Huruf Saja!!

tangan
Nicholas James Vujicic lahir tanpa dua tangan dan dua kaki, namun ia menulis buku “Life Without Limits”. Hirotada Ototake lahir tanpa dua tangan dan dua kaki, ia pun menulis “No One’s Perfect”.

Salah seorang Sahabat Rasulullah SAW, Abdullah Ummi Maktum, meski buta, berulang kali menawarkan diri untuk diikutkan berperang, berulang kali pula Rasulullah menolaknya dengan halus. Namun tetap saja menawarkan diri dan akhirnya dia diperbolehkan sebagai pemegang Panji. Suka cita dia sambut kesempatan itu, kekurangannya tak dijadikan alasan. Baca lebih lanjut

Mari Kayakan Indonesia!

indonesia
Dua bulan terakhir ini, saya masih saja melihat kenyataan miris Indonesia, khususnya Sumatera  Barat. Setiap kali survei ke lapangan menyusuri setiap pelosok daerah, sepertinya ‘bau’ kemiskinan masih kuat menyengat.

Pada salah satu Kecamatan yang ada di kota Padang saja, dari lima Kepala Keluarga (KK) yang saya survei dalam satu hari, ada tiga KK yang memiliki anak putus sekolah. Jika ditanya yang terancam putus sekolah, jumlahnya lebih banyak lagi, bahkan hampir merata ada di 11 Kecamatan di kota Padang. Alasannya sama, tak ada biaya. Baca lebih lanjut

Bersungguhlah, ObjektifitasNya Barokah…

aming
Bagi yang sedang memijit-mijit kakinya sendiri, hari ini sehabis pulang kerja..

Yang sedang meremas-remas lengan pegalnya karena dari pagi digunakan untuk menjemput rezki dan ilmu Allah..

Yang mengernyitkan dahinya ketika bau badan sendiri pun tak kuasa untuk melewati seutuhnya ruang hidung (yaiyalah,,bercucuran keringatt man)..

Atau bahkan yang matanya berkunang-kunang, ketika menapak bibir pintu depan rumah, karena seharian diguyur teriknya mentari (beberapa hari ini Padang Panas ya??? )

Apapun itu wahai saudaraku, penat yg berlipat-lipat, lelah yang sekan selalu hadir betah di saat ending terindah, di ujung ikhtiar kita menjemput RezekiNYa, RahmatNya..

Yakinlah,,Selagi kita ikhlas, bersungguh-sunguh, Allah Maha objektif menilai hambaNYa

“Ajruki ‘alaa qadri nashaabik,” ujar Rasulullah

“Pahalamu senilai dengan kadar payahmu,”

 

#Semoga Allah berkahi Kerja kita kita hari ini dan yang akan datang..

selamat beristirahat, berkumpul bersama keluarga tercinta dan menikmati Rezeki BarokahNya.amin

(Markaz Juanda, 1 Februari 2012, 17.27)

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/bersungguhlah-objektifitasnya-barokah/10150863836254437

Indonesia Wajah Kita

indonesia
Coba kau lihat di ujung titian

Kini ia tengah berdiri mematung seorang diri

Lusuh berlumur daki pakaian yg awalnya putih

Rombeng nian kedua belah juntai celananya

Kakinya beralas tapak yg menebal

Aspal ibukota mengasahnya sedemikian rupa

Genangan air kotor memecah tepi-tepi jari hingga tumitnya

Jangan kau tanya bentuk rupanya

Sungguh aku tak tau bentuk tonjolan pipinya

Juga tak tau susunan hidung dan bibirnya

Bukannya tak sempat aku melihat rautnya

Aku hanya takut jika itu adalah wajahku sendiri

Wajah yang selama ini aku kenal sebagai ibu pertiwi

 

(@Dipan sederhana,di antara remang cahaya lampu teras yg menelusup masuk menembus tirai terawang-gunung pangilun-16 April 2012-20.20)

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/indonesia-wajah-kita/10150738020579437

Qaulan Layyinan

Embun
Jangan pernah ‘keras’ kepada mereka yang tengah mendidih hingga ubunnya, meski posisinya salah.

 

Bersiaplah menjadi limpahan embun ‘Qaulan Layyinan’ (perkataan lembut menyentuh). Tak hanya memadamkan namun menyejukkan hati yang dipanaskan amarah.

 

Karena Rabb-ku dan Rabb-mu mengajarkan langsung bersama firmanNya, kepada Nabi Musa dan Harun, ketika menghadapi Firaun:

 

” Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut (qaulan layyinan). Mudah-mudahan ia ingat dan takut,” (QS. Thaha [20]: 43-44)

(Markaz Juanda, 15 Maret 2012, 16.25)

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/qaulan-layyinan/10150695475929437