KAMI BUKAN TERORIS

Fornusa Sumbar
Besok pagi-pagi, langkah-langkah kecil anak Rohis se-kota padang berkumpul di Lapangan Imam bonjol..

Besok pagi-pagi, wajah polos mereka siap bercucuran keringat..berjalan dengan semangat…

Besok pagi-pagi,Ruh mereka bersatu untuk sampaikan kebenaran dari hati,..hati yg sempat tersakiti..

Mereka bukan orator ulung yang pandai memulung simpati..

Mereka juga bukan presenter dengan tampilan memikat meya kinkan untuk sampaikan berita abal-abal.. Baca lebih lanjut

Iklan

Belajar Ukhuwwah (itu) Tanpa Lelah

ukhuwwah
Dan tentu saja kau tahu

Sejak mentari pagi dengan gagahnya meninggi

Aku di sini bersama gemericik cahaya yang menaungi bumi

 

Tapi kenapa kau meilhatnya begitu berbeda??

Achh, kurasa tak ada yang salah dalam situasi dan kondisi

Juga tak perlu ada dalih kita berada di dua medium isotropik yg berbeda

Sungguh, telah kuhadirkan Bashirah di antara celah-celah cahaya

Maka tak perlu kita hadirkan Hukum Snellius untuk mengungkapnya Baca lebih lanjut

hujan
Dan mungkin hati ini akan selalu gerimis

 

Lembab diguyur rasa yang melimpah dari ‘Arys-Nya

 

Meresap dalam di pori-pori qalbu tak kasat mata

Dia hadir dari sejarah yang bersambung-sambung..

Setiap untaian bersimpul amal-amal kita dulu

Meski terpisah dibumi, kita tetap rasakan gairah yg sama..

Membangun ranah, yang jalannya panjang tanpa jeda..

 

 

#teringat seseorang ketika awal dulu memilih Jalan yg penuh dengan keIstimewaan ini.

 

>>Smoga tetap istiqomah berkontribusi…

(@otw, to Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, 14 Januari 2012, 10.20)

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/smoga-istiqomah-sob/10150646922454437

Tetap Menikmatinya

halaqah-2
Ah, itu cerita lama, jika kau kata penuh onak dan duri

Ah, itu dah “expayer” boy jika kau bilang penuh fitnah cobaan

Juga bukan hal yang baru jika ada yg berteriak jengah dengan jumud yg menggantung di dada

 

Terserahlah seperti apa sejarah kelam mungkin pernah singgah

Di kantung mata kita..

Di gendang telinga kita..

Di kulit sensistif kita..

Atau bahkan mengalir kecut di antara untaian syaraf batok kepala

 

Bodo amat,,,yang penting saya tetap menikmatinya..

Masih ada tuh teman Liqo yg hadir dengan senyum nyengir (nyante aje tuh kayaknya)

Senyum mereka bahkan lebih imut dibanding balita kebagian permen..hehehe..

Bersilang kaki kami duduk bersama,,,nyante aje tuh..(kaga ada si pembawa berita,, :NAJWA)

Kaga ada protes sana..protes sini…

 

Katanya kaga ada uang…(weeek, kata siapa?)

tuh ada aja, yg ngisi “katidiang” sekali sepekan

 

Kata siapa susah cari jodoh,,

hahay,,malah hampir tiap minggu di panas2in dengan i’lanat

“si fulan dan fulanah, menikah tanggal sekian,bulan sekian,,tahun sekian” (dan tentunya kaga jadi “gossip” ust kaderisasi)

 

Oke,, agan dan aganwati…

Riuh pun kudengar menggelegar qodhoya berhamburan

Fitnah bercucuran untuk jama’ah ini

Atau juga mungkin jengah menghitung satu persatu

Daun kering berjatuhan dari tampuknya

 

i’ts oke…sampai sekarang…saya tetap menikmatinya….

 

mmmhhmm,,I’m Vario..(eh salah)…I’m (keep) Tarbiyah…what about You??

 

Markaz Juanda, 6 April 2011 — 18.01

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/tetap-menikmatinya/10150521295439437

Alun Juo Ka Mambina??

membina
Menghimpun Gunung mungkin akan lebih mudah..

Jika dibandingkan dengan menghimpun partikel kecil untuk menggubahnya menjadi sebuah gunung..

Jika yang pertama hanya masalah memberdayakan yang (telah) ada..

Sedangkan yang kedua, kita bermain di ranah ketidakpastian untuk mewujudkannya menjadi nyata..

Ini butuh kekerashatian..serta vitalitas tingkat tinggi..ini kerja orang-orang berkategori “The Infinitive”

Bagi mereka tantangan semakin besar tidak jadi soal…

Sepertinya mereka sependapat dengan HORACE, beliau berkata:

“Tantangan mampu menggali mutiara-mutiara talenta, yang terpendam diam dalam kenyamanan”.. (teruntuk diri yang kini mungkin telah menjagi gunung menjulang tinggi..tidakkah kita ingat sejarah parikel itu dibangun, kemudian dihimpun hingga kokoh menjadi penyangga-penyangga langit..DIMANA KITA SEKARANG, ketika partikel berloncatan berharap untuk diraih???)

 

–EdisiNukhbawi, Markaz Juanda, 30 November 2011, 21.23

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/alun-juo-ka-mambina/10150502176464437