Belajar Ukhuwwah (itu) Tanpa Lelah

ukhuwwah
Dan tentu saja kau tahu

Sejak mentari pagi dengan gagahnya meninggi

Aku di sini bersama gemericik cahaya yang menaungi bumi

 

Tapi kenapa kau meilhatnya begitu berbeda??

Achh, kurasa tak ada yang salah dalam situasi dan kondisi

Juga tak perlu ada dalih kita berada di dua medium isotropik yg berbeda

Sungguh, telah kuhadirkan Bashirah di antara celah-celah cahaya

Maka tak perlu kita hadirkan Hukum Snellius untuk mengungkapnya Baca lebih lanjut

Iklan

hujan
Dan mungkin hati ini akan selalu gerimis

 

Lembab diguyur rasa yang melimpah dari ‘Arys-Nya

 

Meresap dalam di pori-pori qalbu tak kasat mata

Dia hadir dari sejarah yang bersambung-sambung..

Setiap untaian bersimpul amal-amal kita dulu

Meski terpisah dibumi, kita tetap rasakan gairah yg sama..

Membangun ranah, yang jalannya panjang tanpa jeda..

 

 

#teringat seseorang ketika awal dulu memilih Jalan yg penuh dengan keIstimewaan ini.

 

>>Smoga tetap istiqomah berkontribusi…

(@otw, to Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, 14 Januari 2012, 10.20)

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/smoga-istiqomah-sob/10150646922454437

Kita dan Karya Besar, (seharusnya) adalah Hal yang Biasa

egg

Dan kemudian..hati ini seakan terbang..

Menang telak melalui pergumulannya bersama ‘gravitasi konvensional’, yang awalnya meradang..

Bukan hal mudah tentunya, menang atas Sunnatullah..

 

Tapi itu lah hidup.. 

Allah tetap izinkan hal yang luar biasa terjadi..

Agar kita terus belajar, bahwa tak ada yg tak mungkin jika kita terus berusaha..

#Tekad manusia trlalu sempurna Allah ciptakan utk melakukan hal-hal kecil,

Berfikir besar, Berjiwa besar..HADIRKAN KARYA-KARYA BESAR..

 

Be extra ordinary

(Padang, esoknya setelah pulang dari rumah dosen waktu kuliah dulu, 3 Maret 2012–20.23)

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/kita-dan-karya-besar-seharusnya-adalah-hal-yang-biasa/10150641606789437

Alun Juo Ka Mambina??

membina
Menghimpun Gunung mungkin akan lebih mudah..

Jika dibandingkan dengan menghimpun partikel kecil untuk menggubahnya menjadi sebuah gunung..

Jika yang pertama hanya masalah memberdayakan yang (telah) ada..

Sedangkan yang kedua, kita bermain di ranah ketidakpastian untuk mewujudkannya menjadi nyata..

Ini butuh kekerashatian..serta vitalitas tingkat tinggi..ini kerja orang-orang berkategori “The Infinitive”

Bagi mereka tantangan semakin besar tidak jadi soal…

Sepertinya mereka sependapat dengan HORACE, beliau berkata:

“Tantangan mampu menggali mutiara-mutiara talenta, yang terpendam diam dalam kenyamanan”.. (teruntuk diri yang kini mungkin telah menjagi gunung menjulang tinggi..tidakkah kita ingat sejarah parikel itu dibangun, kemudian dihimpun hingga kokoh menjadi penyangga-penyangga langit..DIMANA KITA SEKARANG, ketika partikel berloncatan berharap untuk diraih???)

 

–EdisiNukhbawi, Markaz Juanda, 30 November 2011, 21.23

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/alun-juo-ka-mambina/10150502176464437