Dan Ketika Akhirnya Jam Tangan Kesayangan ditanya… :)

swiss army_mywatch
Friends,,pagi tadi, Allah menguji saya..

Seperti minggu lalu di hari yang sama, penuh semangat memacu si hitam untuk segera sampai di Lembaga Pemasyarakatan Muaro Padang, untuk melaksanakan program BERBAGI HATI bersama Warga Binaan Pemasyarakatan.

Ini pertemuan kedua saya dengan saudara-saudara yang ada di Lapas. Ahh, seakan ada rindu untuk segera bertemu dengan saudara-saudara yang baru saya kenal Selasa minggu lalu, mereka adalah Warga Binaan Pemasyarakatan khusus kasus Narkoba.

Dan hal yang paling menarik pada pertemuan kali ini, selain memberikan training motivasi, kita membuat Forum Group Discussion (FGD). Mmmhhmm, ini momen yang sangat tepat untuk mengenal lebih dekat.

Kebetulan saya dapat kelompok (group) yang agak ‘heboh’. Dua orang mentor lain meminta saya untuk nimbrung di kelompok ini. Salah seorang mentor berkata:

“Kelompok yang itu abang aja ya, saya biarlah yang ini saja,” ujarnya sembari menarik pelan tangan ini untuk menguatkan opini sekaligus memastikan saya agar setuju..(owh..owh..why me?? :p)

Dan ternyata memang heboh…hehe..

Terbukti saat memperkenalkan diri masing-masing, dalam group ini, banyak yang jauh senior dari saya. Ada yang sudah menikah dengan satu anak, dua anak, hingga tiga anak.

Semua jurus “dinamika kelompok” dikeluarkan dan dimaksimalkan untuk dapat menguasai suasana,,ffiiiuuuhhh,,,dahsyaat man…awak aja masih ‘hijau’ …masih bujaaang man..qiqiqi 😀

Nah, saat sedang asyik-asyik berdiskusi, salah seorang saudara saya ini, yang duduk tepat di sebelah kiri memegang tangan saya.

“Pak,” ujarnya..(ssst,,padahal dia dah punya anak satu lhoo..dan saya sejak awal memanggilnya dengan panggilan uda)..

Sembari menolehkan wajah padanya saya pun menjawab, “yop, apa uda?,” jawab saya.

“apak,kan minggu depan baliak liak ka siko kan? (Bapak kan minggu depan akan kembali lagi ke sini kan?),” tanyanya.

“Yo, insyaAllah da, baa tu? (ya, InsyaAllah, emangnya kenapa?” saya balik tanya.

“Jam tangan apak ancak ma..ambo pakai saminggu yo. Minggu muko ambo baliakan baliak, (jam tangan bapak bagus ya, saya pakai seminggu ya. Minggu depan saya balikin lagi),” jelasnya dengan mantap.

Ohh,friends,,kulihat jam hitam di tangan kiri ini. Langsung terlintas di benak ini..Ini kan Jam pertama kali yang saya beli dari hasil keringat saya sendiri,,saya masih ingat persis,,akhir 2010 lalu jam tangan ini dibeli..jam tangan kesayangan, nyaris tak pernah ditinggal kecuali saat wudhu dan tidur…owhhh,,man,,ragu berrraahhtt saat itu..sungguh ragu berhhhaat..

Namun, kuberanikan tatap matanya dalam-dalam seraya bertanya..

“Yo subana ka maminjam ko da? (Yakin,benar-benar mau minjam uda?),,saya ulangi pertanyaan ini tiga kali (sembari membangun keikhlasan di antara rawa-rawa keraguan,,,owhh,,bangunan keikhlasan memang mulai tampak, tapi kan di atas rawa-rawa? bangunannya goyang-goyang man…owhhh.. T_T)

Si uda ini pun menjawab yakin, “YA”…

hhhmm,,”baiklah,” ujar saya. Sembari mengucapkan “bismillah” dalam hati, saya lepaskan lingkaran jam kesayangan dari tangan kiri dan hal ini disaksikan oleh peserta group lainnya..mereka tak banyak komentar,,hanya melihat saja.

Si uda ini pun segera mengambil dari tangan saya, sesaat setelah saya menyodorkannya, seraya saya berucap,

“ko da, jago elok-elok yo da,”(ini uda,jaga baik-baik ya)” ujar saya dengan senyum mengembang.

Dia pun segera menjawab “ya”, sambil mulai memasangkan jam tangan ditangan kirinya..(sst, saudara-saudara saat itu saya masih berharap lhoo,,,syukur-syukur tu jam tangan nggak muat..qqiqiqiqi..ahh, memang berat membangunan bangunan di atas rawa-rawa,,hehehe)

Ternyata, sekilas saat jam tadi telah melingkar di pergelangan tangannya..jam tangan itu benar-benar pas ukurannya,,saat itu lah dalam hati saya berkata,

“Ini,memang rezeki si uda. Meskipun minggu depan jam ini tak kembali lagi ke tangan ini, sungguh saya sudah ikhlas”

Nah,ternyata,,saat memasang jam tangan,,si uda masih belum berhasil memasang flip pengunci pada bagian bawahnya..kesusahan sekali tampaknya.

Dengan refleks saja kedua tangan saya ini membantu memasangkan flip pengunci, “mode ko uda, mamasangnyo..,” (kayak gini lho cara masangnya)” terang saya..dan akhirnya jam tangan itu pun terpasang dengan sempurna..tampak gagah di tangannya..

Setelah itu, saya pun melanjutkan diskusi bersama anggota kelompok yang lain. Namun, baru saja akan memulai bicara,,si uda malah menggoyang-goyang tangan kiri saya,,sembari menyodorkan jam tangan yang telah terpasang tadi..sembari mengucapkan kalimat yang tak kan pernah saya lupakan seumur hidup,

“Ko pak jam tangannyo..ambo suko jo jiwa apak. Ambo tadi hanya man-test sajo nyo..ambo kiro apak ndak nio picayo jo maminjamkan jam tangan ko jo seorang NAPI,,tapi dek apak ambo caliak ikhlas,,ambo baliak-an baliak,”

(“ini pak jam tangannya,,saya suka dengan jiwa bapak. Saya tadi hanya ngetest saja..saya kira bapak tidak percaya dan tidak mau meminjamkan jam tangan ini kepada seorang NAPI,,tapi karena bapak saya lihat ikhlas,,saya kembalikan lagi’).jelasnya..

Dengan penuh haru saya mendengar kalimat yang baru saja dilontarkannya,,mata saya sempat berkaca,,meski segera harus saya kontrol emosi ini, karena acara harus terus berlanjut. Hanya satu kalimat pendek yang mampu saya ucapkan saat itu,

“uda kan saudara ambo” (uda kan saudara saya),,sembari memberikan senyuman.

Kami pun akhirnya,terlibat pembicaraan lebih dekat lagi. Dia begitu terbuka, menceritakan kisah hidupnya. Bahkan tentang keluarganya pun juga turut dia ceritakan. Termasuk pertama kali dia mencoba narkoba jenis ganja sejak usia 13 tahun..dan kami pun semakin dekat,,, 🙂

 

#Friends, saya hanya berbagi sedikit dari pengalaman sharing bersama saudara-saudara kita di ranah LAPAS,,silakan mengambil ibroh dari cerita di atas,,yang jelas satu hal yang saya ingat dari bukunya Jumu’ah A l-Amin dalam Fiqh Dakwah… “Ta’lif qabla Ta’arif” (Ikatan hati dulu, baru mengajarkan sesuatu pada siapapun)

Tak kan mungkin, orang mau berbicara dengan kita begitu dalam,,jika tak ada rasa saling percaya,,saling mengasihi,,saling mengikatkan hati begitu kuat..Wallahualam.. 🙂

—–

(Markaz Juanda,,Selasa, 31 Juli 2012 19.20) *Pengarsipan menjadi notes,,karena sebelumnya merupakan Foto Postingan 🙂

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=3035116335847&set=a.1009431014980.1298.1801122356&type=1&relevant_count=1

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/dan-ketika-akhirnya-jam-tangan-kesayangan-ditanya-/10151121629834437

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s