Jangan Hanya Bisa Empat Huruf Saja!!

tangan
Nicholas James Vujicic lahir tanpa dua tangan dan dua kaki, namun ia menulis buku “Life Without Limits”. Hirotada Ototake lahir tanpa dua tangan dan dua kaki, ia pun menulis “No One’s Perfect”.

Salah seorang Sahabat Rasulullah SAW, Abdullah Ummi Maktum, meski buta, berulang kali menawarkan diri untuk diikutkan berperang, berulang kali pula Rasulullah menolaknya dengan halus. Namun tetap saja menawarkan diri dan akhirnya dia diperbolehkan sebagai pemegang Panji. Suka cita dia sambut kesempatan itu, kekurangannya tak dijadikan alasan.

Abu Ayyub Al-Anshari yang di usia 80 tahun bergegas menyambut seruan jihad ke Konstantinopel, menjadikan pedangnya sebagai tongkat penyangga tubuh sepanjang jalan. Ketika lelaki tua ini diingatkan mengenai ‘udzur-nya dalam berperang, dengan semangat dia menjawab penuh bijaksana: “Tidak tahukah engkau, Nak, bahwa ‘udzur telah dihapus dengan firmanNya, “Berangkatlah kamu dalam keadaan ringan maupun berat!’?” (Red-At-Taubah 41)

Mereka, mengajarkan kita kebaikan, dengan kondisi terbatas. Kekurangan yang ada, dijadikan awal titik inspirasi untuk mengoptimalkan kontribusi. Setiap karya mereka, semakin menumbuhkan percaya diri yang sangat besar. Bahkan, percaya diri itu mampu menjangkau pribadi-pribadi di sekitarnya, salah satunya adalah saya sendiri. Mungkin juga Anda, yang sempat membaca tulisan ini.

Kita seakan dihentakkan pada sebuah titik kesadaran, saat mengetahui fakta tentang mereka. Secara tak langsung, ada pesan tak kasat mata yang mereka hadirkan, meski begitu kuat energinya terasa.

Kita diajak untuk kembali sadar, bahwa sejarah hidup itu hanya sekali, maka jadilah orang-orang yang menginspirasi dengan semangat juang tiada henti. Tanpa mengenal putus asa dan keluh kesah.

Maka…

Hee Ah Lee pun hanya memiliki dua jari pada setiap tangannya. Kedua kakinya hanya sampai batas lutut, juga mengalami keterbelakangan mental. Namun Hee Ah Lee keliling dunia untuk konser piano.

Pertanyaannya, bagi kita yang diberi anugerah fisik yang lengkap, apakah karya besar kita? Setidaknya, 10 jari yang Allah berikan, jangan hanya bisa menuliskan susunan 4 HURUF saja, saat update status di sosial media,

“HUUUUUUFFFTTT…”

Seakan tak ada satu pun nikmat Allah yang bisa disyukuri, jika hanya mengeluh berkepanjangan. Mungkin juga ada di antara kita yang merutinkan Curhat colongan (curcol) yang berujung dengan ke-gaje-an. Itu semua bukan hanya melemahkan diri sendiri, bahkan memberikan inspirasi negatif bagi orang-orang di sekeliling kita. Bukankah itu akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat nanti?

Saudaraku, mari tetap menjaga semangat kita sepanjang hari. Lakukan hal-hal terbaik yang bisa kita usahakan. Sehingga pribadi ini akan terus membudayakan perluasan manfaat diri. Dahsyat bagi diri sendiri dan mendahsyatkan orang-orang di sekitar kita.

http://www.dakwatuna.com/2013/03/21/29659/jangan-hanya-bisa-empat-huruf-saja/#axzz2cDRxJ98T

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s