KAMI BUKAN TERORIS

Fornusa Sumbar
Besok pagi-pagi, langkah-langkah kecil anak Rohis se-kota padang berkumpul di Lapangan Imam bonjol..

Besok pagi-pagi, wajah polos mereka siap bercucuran keringat..berjalan dengan semangat…

Besok pagi-pagi,Ruh mereka bersatu untuk sampaikan kebenaran dari hati,..hati yg sempat tersakiti..

Mereka bukan orator ulung yang pandai memulung simpati..

Mereka juga bukan presenter dengan tampilan memikat meya kinkan untuk sampaikan berita abal-abal.. Baca lebih lanjut

Sensasi Pasar Tradisional

pasar tradisional

Tentu pernah dengar istilah “don’t look a book from the cover” bukan?

Teori ini pun berlaku saat kita membeli pisang,,karena ternyata pisang yg “kuriak” (kulitnya bertabur bercak kehitaman,,tapi bukan hitam karena bonyok yaa), meski tampilannya tidak menarik,,jenis pisang ini memiliki sensasi manis yang ‘sesuatu buanget’ loh friends,,,dibanding pisang yang memiliki kulit mulus dan mengkilat..

Jika tak percaya,,silakan coba deh,,karena sudah beberapa kali saya buktikan saat membelinya di pasar tradisional (karena tak kan ditemukan pisang jenis ini di minimarket apalagi supermarket). Baca lebih lanjut

Belajar Ukhuwwah (itu) Tanpa Lelah

ukhuwwah
Dan tentu saja kau tahu

Sejak mentari pagi dengan gagahnya meninggi

Aku di sini bersama gemericik cahaya yang menaungi bumi

 

Tapi kenapa kau meilhatnya begitu berbeda??

Achh, kurasa tak ada yang salah dalam situasi dan kondisi

Juga tak perlu ada dalih kita berada di dua medium isotropik yg berbeda

Sungguh, telah kuhadirkan Bashirah di antara celah-celah cahaya

Maka tak perlu kita hadirkan Hukum Snellius untuk mengungkapnya Baca lebih lanjut

Menjaga Fitrah Kebaikan Ramadhan Sepanjang Masa

Memeluk kebaikan
Meski telah berlalu beberapa hari, tentu kita masih rasakan kehangatan Ramadhan. Selama Ramadhan, kita seakan senantiasa dipeluk kebaikan dan memeluk kebaikan.

Setiap azan berkumandang, kaki terasa ringan pergi ke masjid. Jauh sebelum waktu shubuh masuk, tubuh ini pun telah bersiap bangun untuk tersungkur dalam tahajud yang syahdu, tak terasa penat tarawih berjama’ah usai shalat isya pada malam harinya.

Tangan ini pun begitu luwes saat menunaikan infak secara rutin, tak terlalu banyak perhitungan. Emosi pun terkontrol, rajin senyum, gemar menyapa dan mudah saling memaafkan, karena yang terbayang hanya janji Allah bagi mereka ahlul taqwa dalam QS. Ali-Imran 134, “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit. Dan orang-orang yang menahanamarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”  Baca lebih lanjut

Dan Ketika Akhirnya Jam Tangan Kesayangan ditanya… :)

swiss army_mywatch
Friends,,pagi tadi, Allah menguji saya..

Seperti minggu lalu di hari yang sama, penuh semangat memacu si hitam untuk segera sampai di Lembaga Pemasyarakatan Muaro Padang, untuk melaksanakan program BERBAGI HATI bersama Warga Binaan Pemasyarakatan.

Ini pertemuan kedua saya dengan saudara-saudara yang ada di Lapas. Ahh, seakan ada rindu untuk segera bertemu dengan saudara-saudara yang baru saya kenal Selasa minggu lalu, mereka adalah Warga Binaan Pemasyarakatan khusus kasus Narkoba. Baca lebih lanjut

Semangat Perubahan untuk Kebaikan

change

Selalu ada kekayaan melimpah yang dirasakan,saat kita berhasil untuk merenung sejenak, berfikir lebih mendalam, merengkuh setiap pemaknaan-pemaknaan yang begitu mempesona.

Itu yang saya rasakan pagi ini ketika duduk sendiri di ruang tamu pada sebuah rumah sederhana di gunung pangilun.

Ketika pandangan ini menatap perlahan setiap sudut ruangan, hanya satu kata yg terucap; PERUBAHAN.

Saya selalu ingat pesan mak(ibu-red) pada kami semua, anak-anaknya. Baca lebih lanjut

Yang Muda Pilih yang Terbaik

Mungkin karena masjid yang saya kunjungi kali ini agak berbeda dari sebelumnya. Ada hal yang unik. Mayoritas jama’ahnya para orang tua, lanjut usia.

Dari keunikan inilah Allah izinkan untuk melihat fakta. Dan hal ini terkait dengan Sunnatullah, hal yang pasti kita rasakan ketika tua nanti.

Usai ustadz turun dari mimbar menyelesaikan tausyiahnya dan bersiap untuk memipin sholat tarawih, para tetua yang berambut putih seragam ini, serempak bergerak ke pinggir. Mereka mendekati dinding-dinding masjid, termasuk tiang. Yup, Mereka ingin sholat di dekat dinding dan tiang.

Sungguh, bukan karena sunnah Rasul mereka melakukan itu semua. Namun, waktu begitu efektif memamah lutut-lutut mereka, osteoporosis yang pastinya tidak bersahabat, senantiasa menjegal langkah kaki. Bahkan asam urat yang begitu getol menggelitik sendi-sendi mereka.

Ahh, sebelum itu hadir nyata di diri kita, mungkin saatnya rajin untuk berada di shaft-shaft tengah terdepan. Karena, nanti di suatu waktu, rajin pun kita utk ‘memilih’, tubuh kita tak lagi bisa dipilih untuk di depan dan di tengah.

Cukuplah, bocah-bocah TPA yg belum khitan di belakang. Kita yang telah berbulu kaki, jangan lagi doyan di tiang, dinding dan kunsen pintu keluar.

>>Met menikmati hari-hari ibadah terbaik kita friends…sekali lagi yang TERBAIK! 🙂

 

(*Status FB,,Ramadhan 1433-Selepas Tarawih, di salah satu masjid Siteba 30 Juli 2012)

http://www.facebook.com/notes/akmal-ahmad/yang-muda-pilih-yang-terbaik/10151121627674437